Mengenai Saya

Foto saya
Semua orang bisa menjadi Guru dan semua orang bisa menjadi Murid.

Minggu, 27 Juli 2025

Laporan Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Kwarcab Majalengka di Leuwimunding


Pendahuluan

Kursus Mahir Dasar (KMD) adalah program pelatihan fundamental dalam Gerakan Pramuka yang bertujuan untuk membekali calon atau pembina pramuka aktif dengan pengetahuan esensial dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk membimbing dan melatih pramuka muda secara efektif. Laporan ini merangkum pelaksanaan KMD yang diselenggarakan oleh Kwarcab Majalengka di Kwarran Leuwimunding dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2025.

  1. Lokasi: SDN Ciparay I Kwarran Leuwimunding 
  2. Tanggal: 26 Juni 2025 – 2 Juli 2025
  3. Jumlah Peserta: 49 orang:(PNS,P3K dan honorer)
  4.  Pemimpin Kursus (Pinsus): Kak Iin Laela Parid, M.Pd.i, MG

Tujuan dan Sasaran

Tujuan

Tujuan utama KMD ini adalah untuk Tujuan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, disingkat KMD, adalah untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis membina Pramuka

Sasaran

Setelah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, peserta mampu:

  1. Memahami, menghayati dan melaksanakan AD & ART Gerakan Pramuka.
  2. Menjelaskan tentang Kepramukaan serta perkembangannya.
  3. Menerapkan kepramukaan secara efektif dan efisien dalam membina Pramuka sesuai dengan golongannya.
  4. Membina dan mengembangkan mental, fisik, intelektual, emosional dan sosial sesuai dengan golongannya sehingga dia mampu berperan positif dalam masyarakat lingkungannya.
  5. Menerapkan kepemimpinan yang dijiwai dan bersumber pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka.
  6. Mengelola Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik) sesuai dengan golongannya dan mengelola satuannya.

Peserta

Kursus ini diikuti oleh 49 peserta, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan honorer, Latar belakang mereka yang beragam turut memperkaya lingkungan belajar dan memfasilitasi pertukaran pengalaman.


Metode

Materi KMD disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran diri interaktif progresif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode, diantaranya:
  1. Dinamika Kelompok
  2. Diskusi kelompok
  3. Curah gagasan
  4. Metta Plan (Country Fair)
  5. Studi kasus
  6. Kerja kelompok
  7. Demonstrasi
  8. Bermain peran
  9. Presentasi
  10. Simulasi
  11. Base Method
  12. Berbagai kegiatan praktek (kesiagaan, kepenggalangan, kepenegakan, kepandegaan, scouting skill, dan permainan)
  13. Open Forum
  14. Rencana Tindak Lanjut (RTL)/Action Plan

Pelaksanaan Kursus

Di bawah bimbingan Kak Iin Laela Farid, M.Pd.i, MG sebagai Pimpinan Kursus (Pinsus), KMD dilaksanakan melalui kombinasi sesi teori, latihan praktis, diskusi, dan simulasi. Kurikulum mencakup:

  1. Upacara Pembukaan Kursus
  2. Orientasi Kursus
  3. Tes Awal
  4. Dinamika Kelompok dan P
  5. UU RI No. 12 Tahun 2010, AD dan ART Gerakan Pramuka
  6. Kepramukaan, Sejarah, dan Pendidikan Kepramukaan
  7. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
  8. Kode Kehormatan, Kiasan Dasar, dan Motto
  9. Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik)
  10. Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik) Siaga
  11. Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik) Penggalang
  12. Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik) Penegak dan Pandega
  13. Memahami Peserta Didik dan Kebutuhannya
  14. Menciptakan Kegiatan yang Menarik, Menantang dan Mengandung Pendidikan
  15. Struktur Organisasi dan Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka
  16. Satuan Karya Pramuka
  17. Organisasi dan Administrasi Gugus Depan Pramuka
  18. Dewan Satuan dan Forum S, G, T, D
  19. SKU/TKU, SKK/TKK, SPG/TPG
  20. Cara Menguji SKU/TKU, SKK/TKK, SPG/TPG
  21. Upacara dan Permainan Sebagai Alat Pendidikan
  22. Keterampilan Kepramukaan
  23. Keterampilan Kepramukaan Pramuka Siaga.
  24. Keterampilan Kepramukaan Pramuka Penggalang
  25. Keterampilan Kepramukaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  26. Penjelajahan
  27. Api Unggun Malam Apresiasi Budaya
  28. Forum Terbuka
  29. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
  30. Tes Akhir dan Evaluasi
  31. Upacara Penutupan Kursus

Jadwal harian disusun untuk menyeimbangkan pembelajaran intensif dengan aplikasi praktis, memastikan peserta memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Penugasan kelompok dan proyek kolaboratif ditekankan untuk mendorong kerja sama tim dan keterampilan pemecahan masalah.


Tantangan dan Keberhasilan

Meskipun kursus berjalan lancar secara keseluruhan, beberapa tantangan logistik kecil berhasil dikelola dengan efektif oleh panitia penyelenggara. Tingginya antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh 49 peserta merupakan keberhasilan yang signifikan, menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi pembina pramuka yang efektif. Dedikasi Pelatih, yang dipimpin oleh Kak Iin Laela Farid, M.Pd.i, MG, juga berperan penting dalam keberhasilan penyampaian kurikulum yang komprehensif.


Kesimpulan dan Rekomendasi

Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan di Kwarran Leuwimunding dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2025 berhasil mencapai tujuannya dalam mempersiapkan 49 peserta untuk menjadi pembina pramuka yang kompeten sehingga bisa melaksanakan pengembangan di pangkalannya masing-masing sesuai dengan RTL yang disusun peserta. Keterlibatan aktif peserta dan kepemimpinan efektif dari Pimpinan Kursus memastikan pengalaman pelatihan yang produktif dan berdampak.

Direkomendasikan agar Kwarcab Majalengka terus menyelenggarakan program pelatihan penting semacam ini secara teratur untuk memastikan pasokan pembina pramuka yang berkualitas dan berdedikasi terus-menerus, sehingga memperkuat Gerakan Pramuka di wilayah Leuwimunding khusunya. Selain itu, kegiatan tindak lanjut atau pelatihan lanjutan (KML) dapat dipertimbangkan untuk para peserta ini guna lebih mengasah keterampilan dan kemampuan kepemimpinan mereka. 


Dokumen Kegiatan silahkan Klik Lengkapnya Dokumentasi

Pembekalan Peserta 
















Selasa, 24 Juni 2025

Jam Malam Bagi Peserta Didik Jabar

 



Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 51/PA.03/DISDIK tentang Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik untuk Mewujudkan Generasi Panca Waluya Jawa Barat Istimewa. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter Panca Waluya, yaitu Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Jujur), Pinter (Cerdas), dan Singer (Cekatan).

Melalui surat tersebut , peserta didik dibatasi untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah pada malam hari, yaitu mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB. Namun, terdapat beberapa pengecualian, yakni jika peserta didik:

  1. Mengikuti kegiatan sekolah atau lembaga pendidikan resmi.
  2. Mengikuti kegiatan keagamaan atau sosial di lingkungan tempat tinggal dengan sepengetahuan orang tua/wali.
  3. Sedang berada di luar rumah bersama orang tua/wali.
  4. Dalam kondisi darurat atau bencana.
  5. Dalam kondisi tertentu dengan sepengetahuan orang tua/wali.

Dengan penerapan jam malam, peserta didik diharapkan dapat memiliki waktu yang lebih efektif untuk belajar dan mengembangkan diri. Mereka dapat menggunakan waktu malam untuk membaca, berolahraga, atau melakukan aktivitas lain yang positif. Dengan demikian, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan akademis dan non-akademis mereka.

Penerapan jam malam juga diharapkan dapat membantu peserta didik mengembangkan karakter yang baik dan positif. Mereka dapat belajar untuk mengatur waktu, meningkatkan disiplin, dan mengembangkan kemandirian. Dengan demikian, peserta didik dapat menjadi generasi yang lebih baik dan dapat mewujudkan cita-cita mereka.

Gubernur Jawa Barat berharap bahwa kebijakan ini dapat membantu mewujudkan generasi Panca Waluya yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. Dengan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan peserta didik dapat mencapai potensi mereka dan menjadi generasi yang dapat memajukan Jawa Barat.




Surat edaran ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan diharapkan menjadi pedoman bersama bagi semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Unduh SE Gubernur Jabar tentang Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik dengan Klik SE Gub Jam Malam PD

Selasa, 17 Juni 2025

HIMPAUDI Leuwimunding Regristrasi Menjadi Anggota PGRI



Pada hari Selasa, 17 Juni 2025 di Kober SPS Lame  telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi KTA Digital PGRI yang diikuti oleh para guru PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Leuwimunding. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan, mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya bergabung dalam organisasi profesi guru, yaitu PGRI.

Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Ketua HIMPAUDI Kecamatan Leuwimunding Ibu Edah Fuadah, S. Pd, dalam sambutannya, Beliau menyampaikan keinginan besar seluruh anggota HIMPAUDI untuk secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar PGRI. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis agar guru-guru PAUD dapat memperoleh perlindungan, penguatan kapasitas, dan pengakuan profesional yang lebih baik di dunia pendidikan.

Ketua PGRI Cabang Leuwimunding Bapak Jamat Agus Suganda, S.Pd., M.MPd. memberikan sambutan yang mengapresiasi semangat para guru HIMPAUDI. Beliau menyampaikan bahwa keterlibatan guru PAUD dalam PGRI adalah wujud nyata dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik sejak jenjang paling dasar. Ia juga menekankan bahwa PGRI terbuka bagi semua guru yang ingin bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia.

Sebagai inti kegiatan, narasumber Endung, S.Pd., memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai alur registrasi KTA Digital PGRI. Dengan paparan yang jelas dan mudah dipahami, peserta dikenalkan pada langkah-langkah teknis mulai proses pendaftaran, hingga verifikasi keanggotaan dan pengunduhan KTA Digital. Penjelasan tersebut disambut antusias dan banyak peserta mengajukan pertanyaan demi memperjelas proses yang harus dijalani.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan interaksi yang aktif. Para peserta merasa terbantu dan lebih percaya diri untuk segera melakukan pendaftaran sebagai anggota resmi PGRI. Sosialisasi ini menjadi momen penting dalam sejarah kolaborasi antara HIMPAUDI dan PGRI  Kecamatan Leuwimunding, sebagai tonggak awal lahirnya sinergi yang lebih erat antar guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Ibu Tia salah seorang guru menyatakan senangnya bisa menjadi anggota PGRI secara resmi. Guru PAUD dari dulu sering mengikuti kegiatan-kegiatan PGRI seperti; perayaan peringatan HUT PGRI, seminar dan lainnya. Dengan menjadi  anggota merasa bangga dan tak malu jika  memakai baju PGRI.

Para guru PAUD  lainnya menyampaikan harapan besar agar ke depannya perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD semakin nyata. Sebagai pendidik di usia emas anak, peran mereka sangat strategis dalam membentuk fondasi karakter dan kecerdasan anak bangsa. Namun hingga kini, kesejahteraan guru PAUD masih jauh dari kata layak. Melalui sinergi dengan PGRI, para guru berharap suara mereka bisa lebih terdengar dan diperjuangkan, baik dalam hal peningkatan pendapatan, status kepegawaian yang jelas, maupun perlindungan profesi yang diharapkan.

Demikian semoga bermanfaat.


HIMPAUDI Leuwimunding... Jaya  Jaya Jaya! 
HIMPAUDI Majalengka ...Berkah Berkah Berkah!
PGRI .... Melayani, Mencerdaskan dan Mensejahterakan!

Silahkan diunduh Materi PPT KTA Digital PGRI

Dokumentasi











Kamis, 12 Juni 2025

Pentingkah menjadi Anggota PGRI?

 




Pentingkah menjadi anggota PGRI? Itulah pertanyaan seorang teman ketika mau registrasi KTA digital PGRI. Pertanyaan tersebut tidak serta merta langsung saya jawab, tetapi dikembalikan lagi:"Menurutmu penting tidak menjadi anggota PGRI?" Dia menjawab sambil tersenyum: " Ah tak penting kalau dilihat sekarang ini menjadi anggota PGRI tidak masuk item penilaian di angka kredit, padahal lumayan menjadi anggota saja kreditnya 0,75." Itulah sepenggal cerita tentang menjadi anggota PGRI, untuk itu izinkan saya memberikan penjelasan pentingnya menjadi anggota PGRI.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Mereka tidak hanya bertanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menjadi anggota organisasi profesi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

1. Meningkatkan Profesionalisme Guru

Dengan menjadi anggota PGRI, guru dapat meningkatkan profesionalisme mereka melalui pelatihan, workshop, dan seminar yang diselenggarakan oleh organisasi. Hal ini dapat membantu guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang pendidikan.

2. Meningkatkan Kesejahteraan Guru

PGRI telah berjuang keras untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui program sertifikasi guru. Berikut beberapa data empiris yang menunjukkan keberhasilan PGRI dalam perjuangannya:

  • Tunjangan Sertifikasi Guru: PGRI berhasil memperjuangkan program sertifikasi guru yang memberikan tunjangan profesi kepada guru-guru di Indonesia. Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru dan memungkinkan mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
  • Peningkatan Kesejahteraan Guru: Dengan adanya tunjangan sertifikasi, guru-guru dapat merasakan manfaatnya dalam bentuk peningkatan kesejahteraan. Mereka dapat menggunakan tunjangan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kemampuan profesional mereka.
  • Perjuangan PGRI: PGRI tidak pernah berhenti berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Mereka terus memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Perjuangan PGRI telah membawa perubahan yang signifikan bagi para guru, menjadikan mereka terlihat segar, makmur, sehat, serta membawa kesejahteraan bagi keluarga mereka. PGRI juga di garda terdepan agar honorer diangkat menjadi PPPK dan itu berhasil, mungkian ada diantara kita salah satunya yang merasakan.
  • Lahirnya UU Guru dan Dosen: PGRI juga berhasil memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen yang mengatur adanya tunjangan profesi bagi guru. Hal ini merupakan salah satu contoh keberhasilan PGRI dalam memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

3. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan adanya organisasi profesi seperti PGRI, kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat. Guru yang tergabung dalam PGRI dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan secara keseluruhan.

4. Memperjuangankan Guru-Guru yang terkena kasus hukum: PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak guru, termasuk guru yang terkena kasus hukum. Berikut beberapa bukti empiris tentang perjuangan PGRI:

  • Perlindungan Hukum: PGRI memperjuangkan perlindungan hukum bagi guru-guru yang menghadapi kasus hukum. Mereka berupaya untuk memberikan bantuan hukum dan dukungan kepada guru-guru yang membutuhkan.
  • Kasus Guru yang Membutuhkan Perlindungan Hukum: salah satunya yang menjadi kaus nasional PGRI Kabupaten Majalengka memberikan pembelaan ketika salah seorang guru terkena kasus hukum akibat mencukur rambut siswanya sampai bebas berkekuatan hukum yang tetap.

Dengan demikian, menjadi anggota organisasi profesi seperti PGRI sangat penting bagi guru untuk meningkatkan profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Masihkah kita ragu atau tak merasakan peran PGRI sehingga  sampai saat ini kita menikmati tunjangan profesi dan lainnya?

Sabtu, 07 Juni 2025

Gema Insani Semangat Perayaan Hari Jadi Majalengka ke-535


Pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2025 Kabupaten Majalengka merayakan Hari Jadinya ke-535. Masyarakat berduyun-duyun untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di mesjid-mesjid sekitarnya dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Majalengka Infak Sodakoh (Gema Insani) terutama dibagikan untuk anak-anak yatim piatu dan jompo.

Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. memiliki tujuan mulia dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-535. Beliau berharap bahwa perayaan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial bagi pejabat dan elit pemerintahan, tetapi juga dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam perayaan tersebut.

Bupati ingin agar masyarakat Majalengka dapat merasakan manfaat langsung dari perayaan ini, baik melalui kegiatan sosial, kegiatan ekonomi kreatif, maupun kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau juga berharap bahwa perayaan ini dapat memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dan kerja sama.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat Majalengka untuk berpartisipasi aktif dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-535. Salah satu bentuk partisipasi yang dilakukan adalah melalui Gerakan Infak Sodaqoh (Gema Insani), yang salah satunya berasal dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan  tanpa paksaan tapi tumbuh dari kesadaran. Infak dan sodaqoh yang terkumpul disalurkan kepada mereka yang membutuhkan antara lain anak yatim piatu dan jompo sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat.

Ketua KKKS Kecamatan  Leuwimunding Dede Ruhiana, S.Pd.sekaligus sebagai motor  penggerak Gema Insani ASN Guru melaksanakan koordinasi dengan para kepala desa dan kepala sekolah khususnya SD dan memotivasi guru-guru untuk berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Hasilnya Kecamatan Leuwimunding mampu mengumpulkan uang Infak sodaqoh sebesar Rp. 204.047.000-  yang dibagikan kepenerima manfaat sejumlah 1914 orang; anak yatim piatu dan jompo. Pencapaian tersebut berhasil menempatkan posisi Kecamatan Leuwimunding di tempat teratas hasil pengumpulan infak sodaqoh Gema Insani tingkat kabupaten.

Ketika dihubungi Eli Halimah, S.Pd. Kepala SDN Leuwikujang I dimintai pendapatnya terkait dengan kegiatan Gema Insani menyampaian," Mengutip dari kultum yang disampaikan KH. Maman Faturrohman Kegiatan Gema insani merupakan demokrasi sosial yang merupakan penggalangan dana dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat yang sangat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan anak yatim, piatu, yatim piatu dan lansia yang sudah tidak bisa berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manfaatnya terjalin kebersamaan dan rasa persaudaraan sesama anggota masyarakat."

Sukmawati, S.Pd. SD Kepala SDN Rajawangi II juga mengatakan hal yang senada" Sangat mendukung Kegiatan Gema Insani  karena merupakan Kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat Majalengka. Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun dan memajukan Majalengka dengan semangat kebersamaan dan kepedulian."


Perayaan Hari Jadi Majalengka Ke-535 melaui kegiatan Gema Insani  semoga menjadi momentum tumbuhnya kolaborasi dan sinergi berbagai komponen masyarakat untuk Ngahiji Ngawangun Majalengka Langkung Sae.


Referensi: dari berbagai sumber



Foto Dokumentasi Gema Insani di Wilayah Kecamatan Leuwimunding 

Selasa, 03 Juni 2025

Apa itu Panca Waluya Visi Pendidikan Jabar?



Pelajar Jawa Barat adalah generasi penerus bangsa yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan pelopor perubahan di masa depan. Dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Panca Waluya, pelajar Jawa Barat diharapkan dapat mengembangkan diri menjadi individu yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.

Dengan mewujudkan Profil Pelajar Panca Waluya, pelajar Jawa Barat dapat menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi, serta dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan dan mempromosikan Profil Pelajar Panca Waluya di kalangan pelajar Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah mencanangkan visi pendidikan menuju Gerbang Panca Waluya. Lantas apa itu Panca Waluya? 

Panca Waluya adalah sebuah konsep pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter individu yang berintegritas, sehat, baik, pintar, dan tanggap terhadap lingkungan. Konsep ini berakar pada kearifan lokal Sunda dan mengusung lima nilai utama: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (cekatan atau kreatif). Lebih lanjut, Panca Waluya bisa diartikan sebagai berikut: 

1. Cageur (Sehat): Menekankan pentingnya kesehatan fisik dan mental, serta gaya hidup sehat.
2. Bageur (Baik): Membangun karakter yang baik, ramah, dan berempati.
3. Bener (Jujur): Menanamkan nilai kejujuran dan integritas dalam setiap tindakan.
4. Pinter (Cerdas): Mendorong kecerdasan intelektual, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas.
5. Singer (Cekatan): Mengembangkan keterampilan, ketangkasan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan.

Panca Waluya bukan hanya sebuah konsep, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dalam pendidikan yang bertujuan untuk membentuk generasi unggul yang berkarakter, sehat, produktif, dan berdaya saing.

Implementasi Panca Waluya di berbagai institusi pendidikan diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga memiliki identitas dan karakter bangsa yang kuat.

Senin, 02 Juni 2025

Pengumuman Kelulusan di SDN Mirat II



Hari ini Senin 2 Juni 2025 menjadi momen yang penuh haru dan bangga bagi keluarga besar SDN Mirat II. Setelah enam tahun menimba ilmu, menempa karakter, dan menjalani berbagai pengalaman berharga, para siswa kelas VI akhirnya resmi dinyatakan lulus.

Pengumuman kelulusan dilaksanakan secara sederhana namun khidmat di kelas dan di halaman sekolah, dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, serta seluruh murid kelas VI. Suasana penuh ketegangan perlahan berubah menjadi kelegaan dan kegembiraan setelah hasil kelulusan diumumkan.

Dengan nilai yang memuaskan dan sikap yang baik selama proses pembelajaran, seluruh siswa kelas VI dinyatakan lulus 100%. Ini merupakan hasil kerja keras para siswa, bimbingan tulus dari para guru, serta dukungan penuh dari orang tua.

Kepala SDN Mirat II, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan pesan moral kepada para lulusan untuk terus semangat belajar di jenjang yang lebih tinggi, menjaga nama baik sekolah, serta menjadi pribadi yang jujur, tangguh, dan berakhlak mulia.

Guru Kelas 6 Ibu Lia Pratiwi, S.Pd. merasa lega dan terharu akhirnya peserta didiknya dinyatakan lulus semua melalui Hasil rapat kelulusan pada hari Sabtu tanggal 31 Mei 2025 dinyatakan lulus dan hari ini  Pengumuman kelulusan dilaksanakan melalui proses yanag penuh tantangan.

Kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
Semoga lulusan SDN Mirat II tahun ini menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa.

Foto Dokumentasi 




Laporan Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Kwarcab Majalengka di Leuwimunding

Pendahuluan Kursus Mahir Dasar (KMD) adalah program pelatihan fundamental dalam Gerakan Pramuka yang bertujuan untuk membekali calon atau pe...